Pencarian Kegiatan

 

Oleh : Minar Siregar

Pentingnya peran guru dalam proses pendidikan, maka segala hal yang berkaitan dengan kehidupan guru menjadi perhatian publik. Guru diharapkan dapat membentuk pondasi yang kokoh, berusaha meningkatkan kemampuan dan kualitas lulusan peserta didik. Hal tersebut harus didukung dengan karakter yang baik dari seorang guru dalam menerapkan sistem kerja yang baik juga. Seorang guru yang baik harus dapat mengemban tugas dengan menganggapnya sebagai panggilan. Maka dengan itu, guru profesional harus memiliki etos kerja yang jelas. Kata etos dan kerja memiliki hubungan yang sangat erat. Kedua kata tersebut secara substansial mengandung arti pekerjaan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etos adalah pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial sedangkan kerja adalah kegiatan melakukan sesuatu. Jadi secara leksikal, etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Selain itu, Menurut Sinamo (2011:26) mengatakan bahwa etos kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa etos kerja adalah karakteristik yang khas yang ditunjukan seorang guru melalui sikap, watak dan pandangannya terhadap kerja. Etos kerja sangat berperan untuk memotivasi karena melatar belakangi seseorang melakukan suatu pekerjaan.

Berikut adalah cara menumbuhkan etos kerja menurut Jansen H. Sinamo (2011), yakni : Kerja sebagai rahmat (Aku bekerja tulus penuh rasa syukur), kerja adalah amanah (Aku bekerja penuh tanggung jawab), kerja adalah panggilan (Aku bekerja tuntas penuh integritas), kerja adalah aktualisasi (Aku bekerja keras penuh semangat), kerja adalah ibadah (Aku bekerja serius penuh kecintaan), kerja adalah seni (Aku bekerja cerdas penuh kreativitas), kerja adalah kehormatan (Aku bekerja penuh ketekunan dan keunggulan) dan kerja adalah pelayanan (Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati).

Berdasarkan penjelasan di atas maka perlu adanya rekoleksi bagi pengembangan guru. Guru merupakan salah satu kompenen yang berperan penting untuk menumbuhkembangkan peserta didik selain dari lingkungan keluarga. Guru bukan hanya mengajar melainkan juga berperan untuk mendidik. Mengajar berarti mentransfer ilmu kepada peserta didik sedangkan mendidik cenderung untuk mengubah moral peserta didik ke arah yang lebih baik atau membentuk spritualiatas. Dalam era globalisasi sekarang ini, tanggung jawab guru salah satunya  meningkatkan kualitas maupun kuantitas peserta didik.

Demi mewujudkan harapan tersebut, maka dibutuhkan sudut pandang guru yang berbeda untuk mencapai tujuan pendidikan. Sikap seorang guru harus mampu melakukan apa yang benar bukan apa yang mudah. Sebuah bangsa yang maju itu karena pendidikan. Hal itu dibutuhkan revolusi mental yang kuat. Perubahan yang baik adalah perubahan yang dimulai dari diri sendiri.  Dengan itu, dibutuhkan etos kerja seorang guru yang bersungguh-sungguh melaksanakan perannya sebagai guru. Bukan hanya atribut saja melainkan fokus menjadi teladan, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen.

Oleh karena itu, etos kerja baiknya ditanamkan dalam hati. Biarlah itu menjadi komitmen diri. Dimana komitmen adalah janji, kata-kata dan tindakan yang berasal dari dalam diri sehingga apa yang dari hati akan sampai ke hati. Sebab jika tidak memberikan sepenuh hati kepada peserta didik maka mereka tidak akan mendapatkan pendidikan yang baik. Untuk itu dibutuhkan keprofesionalan dalam menerapkan etos kerja yang sesunggguhnya. Bukan hanya sekadar profesi melainkan mengaktualisasikannya dengan penuh hikmat.