Pencarian Kegiatan

 

Oleh : Minar Siregar

Dewasa ini, generasi bangsa telah banyak yang menyimpang dari karakter yang sesungguhnya. Peristiwa yang kerap terjadi pada zaman teknologi yang semakin canggih  baik dalam kehidupan nyata maupun dalam dunia maya sudah tidak asing lagi. Pada kenyataannya, perilaku menyimpang yang sering terjadi pada generasi bangsa menjadi sorotan dan hangat diperbincangkan. Hal tersebut menjadi masalah yang harus ditangani secara serius karena tidak hanya menyangkut masalah pribadi tetapi juga masa depan bangsa. Anak sebagai generasi bangsa adalah harta terbesar dan tak tergantikan.

Dengan itu, disini adanya penyimpangan moral. Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan sikap, kewajiban, dsb. Masalah ini tak kalah seriusnya dengan para koruptor. Penyimpangan moral pada kalangan remaja telah banyak dijumpai seperti tawuran, pergaulan bebas, menyontek, membolos, penggunaan narkoba dll. Karakter anak bangsa sedang diuji habis-habisan, tidak hanya menjadi tugas petinggi di negeri ini tetapi harus dimulai dari yang terdekat. Masyarakat yang selalu menyalahkan pemerintah yang kurang tegas dalam penegakan hukum menjadi alasan gelap. Padahal sudah sepatutnya kita sadar dengan kejadian yang kerap terjadi bukan hanya karena pemerintah tetapi masyarakatnya itu sendiri yang tidak kritis.

Semua pihak harus menumbuhkan karakter menghormati orang lain dan menjadikan sebagai kebiasaan yang sejati. Sebuah kebiasaan menjadi orang yang patuh terhadap peraturan sudah menjadi tanggung jawab bersama. Proses pembiasaan memang tidak instan. Maka untuk itu, diperlukan kerja sama yang baik untuk membina anak. Biar bagaimanapun seorang anak bermula dari keluarga. Oleh karena itu, lingkungan keluarga sangat berperan penting untuk membina dan memberikan perhatian penuh untuk anak.

Dalam lingkungan sekolah memang anak diajari oleh para pendidik. Sekolah tidak hanya berfokus kepada mata pelajaran tertentu saja tetapi juga menanamkan moral yang baik sebagaimana yang ada dalam dasar negara yaitu pancasila. Maka untuk itu yang perlu diubah dan diperbaiki adalah pola pikir bangsa yang semakin menipis sehingga mudah terpengaruh oleh media sosial maupun daerah sekitarnya. Faktor kekerasan yang sering terjadi karena tingkat pendidikan dan kesejahteraan yang masih kurang. Sehubungan dengan itu media sekarang ini, sangat mempengaruhi dan menjadi suatu tantangan tersendiri yang menimbulkan hasrat seseorang ingin melakukan seperti yang dilihatnya.

Negara indonesia sedang dilanda kekerasan dan pembunuhan karakter yang seolah-olah kita hanyalah user seperti budak zaman. Jadi tak heran moral anak bangsa menjadi sasaran dengan kurangnya potensi dan pola pikir masih minim. Pembenahan masalah ini dibutuhkan tindakan cepat oleh pemerintah dan kerja sama dengan masyarakat demi menciptakan kesejahteraan. Kemajuan zaman haruslah didukung dengan kemajuan mental dan peningkatan moral sehingga seimbang dengan tujuan bangsa sebagai negara yang maju.

Pentingnya Pendidikan Keluarga

Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran, pelatihan, proses, cara, dan perbuatan yang mendidik. Pendidikan selalu digambarkan dengan sekolah. Jadi tidak heran lagi, jika masyarakat selalu menomorsatukan pendidikan hanya dilakukan di sekolah. Tidak bisa dimungkiri bahwa anak banyak yang sudah meraih prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional tetapi tidak sedikit pula yang melakukan penyimpangan. Perkembangan teknologi yang pesat dapat mengembangkan dan meningkatkan kreativitas tapi juga memberi peluang bagi orang pintar tapi  kurang cerdas menempatkan situasinya hanya mengandalkan pengetahuan semata tidak menyeimbangkan dengan moral. Orang tua adalah pendidik pertama di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah yang membantu meningkatkan kompetensi sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Menanamkan Budi Pekerti

Selain itu, memberikan pendidikan moral.  Acapkali para orang tua kurang instropeksi diri dan kurang berpikir kritis mengapa anak-anak suka membangkang, tidak jarang pula para orang tua salah persepsi dengan menyalahkan pihak sekolah yang kurang dalam mendidik peserta didiknya. Hal tersebut menjadi pertentangan sebab para orang tua kurang memahami apa sebenarnya kebutuhan anak dan bagaimana seharusnya mendidik anak dengan baik. Guru adalah pekerjaan yang mulia. Pekerjaan yang mencerdaskan bangsa. Tetapi jika tidak didukung dengan peran orang tua maka akan menjadi masalah tersendiri dan anak akan mudah memberontak. Sesungguhnya anak lebih percaya kepada orang tua, dan menomorduakan orang lain termasuk guru dan lingkungannya.

Lingkungan masyarakat pun mempengaruhi moral anak. Jika lingkungan masyarakatnya baik maka perkembangan pola pikirnya pun baik pula. Mengingat zaman sekarang ini, anak-anak lebih sering ditemani gadget dibandingkan dengan berkomunikasi kepada orang lain. Jangankan kepada tetangga, kepada orang tua pun sudah jarang saling berbagi. Malah akan lebih tragis dan komplit dengan curhat melalui media sosial seperti facebook, line, twitter, whatsapp dll.

Pendidikan keluarga yang kurang berperan membina anak dan tidak meluangkan waktu dengan anak maka akan bertumbuh menjadi anak yang egois, sombong, dan kurang percaya diri. Internet telah menghipnotis generasi bangsa sebab para orang tua sekarang ini tidak kritis lagi memperhatikan anak. Malah orang tua pun sudah sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Seakan sudah cukup dengan hanya memberikan fasilitas kepada anak dan membiarkan anak tersebut belajar sendiri dengan internet. Selain internet memiliki dampak positif, ada juga dampak negatifnya.

Maka anak sekarang ini sudah tak jarang lagi kita jumpai gagap memakai gadget, telah mahir membuka you tube dan aplikasi lainnya. Bisa saja tanpa sadar anak itu membuka situs-situs dewasa dan menontonnya meski tidak tahu apa maksudnya. Hal itu yang memicu adanya keingintahuan anak dan ingin mempraktikkan adegan yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa. Sementara, jika anak bertanya kepada orang tua, tak sedikit orang tua yang hanya menjelaskan seadanya saja. Patutnya orang tua harus kritis menanggapi anak sehingga tidak salah persepsi dengan apa yang dilihatnya.

Oleh karena itu, orang tua harus lebih dahulu menanamkan budi pekerti anak dalam keluarga. Misalnya dengan mengajarkan anak mencium tangan orang tua sebelum berangkat ke sekolah, meneladani ajaran agama, rajin berdoa dan lain sebagainya. Sehingga seiring  berjalannya waktu akan  menjadi kebiasaan yang diimani dan membentuk pola pikir yang positif.  Dengan demikian, berbenah aktif memotivasi, memperhatikan kebutuhan anak agar mengharumkan tanah air dan menjungjung tinggi harkat dan martabat bangsa.