Dr. Fransiskus Samong , OSC

 http://talentaschool.sch.id/Talenta/asset/images/direktur_eksekutif1.jpg 

Dalam konteks ilmu sosial dikenal dengan adanya keteraturan sosial (social order) dan ketidakteraturan sosial (social disorder). Masyarakat dikatakan memiliki keteraturan sosial apabila unsur-unsur masyarakat menjalankan fungsinya sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku. Sebaliknya, jika unsur di dalam masyarakat tidak menjalankan fungsinya dengan baik maka akan terjadi ketidakteraturan sosial. Ketidakteraturan sosial yang terjadi misalnya kekerasan dalam rumah tangga, kenakalan remaja, kriminalitas, kemiskinan, masalah kependudukan, dan sebagainya.

Salah satu jalan keluar memecahkan persoalan-persoalan dalam masyarakat adalah perbaikan kualitas pendidikan anggota masyarakat dan pembinaan karakter bagi anggota masyarakat khususnya bagi anak-anak. Pendidikan karakter di sekolah adalah salah satu solusi untuk memecahkan masalah ketidakteraturan sosial. Proses pendidikan di sekolah adalah proses mempersiapkan peserta didik untuk masa depan (Dewey, 1900).

Sekolah sebagai insitusi sosial didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan. Core valuessekolah diolah sedemikian rupa dalam bentuk kurikulum pendidikan dan diberikan pada peserta didik saat terjadi proses belajar mengajar di sekolah. Guru sebagai pendidik berupaya mendidik dan mendampingi para perserta didik dalam upaya pemahaman nilai-nilai tersebut. Nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah bukan hanya nilai-nilai karakter yang ada di sekolah melainkan juga dalam pergaulan hidup masyarakat.

Proses pendidikan ini bertujuan untuk menghasilkan individu-individu yang tidak hanya cerdas tetapi yang paling utama adalah berbudi pekerti yang luhur. Peserta didik yang berbudi pekerti luhur diharapkan dapat menjadi pelaku perubahan dan memberikan alternatif solusi masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Setiap orang yang menjadi anggota komunitas sekolah mempunyai kewajiban untuk memahami, menginternalisasi core values sekolah dan memberi contoh melalui teladan nyata satu sama lain. Mereka dapat saling berbagi dan belajar. Dengan demikian sekolah adalah institusi sosial sekaligus komunitas pembelajar atau learning community.

Dalam konteks inilah, Sekolah Talenta merayakan hari jadinya yang ke 12. Sekolah Talenta bepacu dengan waktu mengembangkan dan merefleksikan dirinya untuk membantu masyarakat menciptakan keteraturan sosial dan menjawab persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan. Sekolah Talenta mempunyai tanggung jawab moral untuk menciptakan keteraturan sosial dalam masyarakat. Semoga Sekolah Talenta di usia yang ke 12 ini senantiasa memperdalam core values sekolah dan menanamkannya dalam bentuk pembinaan karakter bagi pendidik dan peserta didik.

Talenta School is a learning community wherecharacters and talents grow. Selamat dan sukses untuk seluruh keluarga besar Sekolah Talenta.